KAPITA SELEKTA (2) Perubahan Sosial dan Modernisasi, Terdapat 9 (sembilan) item perubahan Sosial akibat Modernisasi, Jelaskan dengan contoh

Perubahan sosial dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.
9 contoh perubahan sosial dalam kehidupan nyata:
1. Gaya Pakaian
Perubahan mode pakaian pada masyarakat bisa saja terjadi. Dahulu semua masyarakat menggunakan pakaian-pakaian yang tertutup. Namun, seiring dengan kemajuan dari perkembangan masyarakat tersebut membuat sedikit demi sedikit anggota masyarakat mulai meninggalkan pakaian seperti itu dan menggunakan pakaian yang menjadi trend. Seperti contoh, sekarang adalah jamannya demam Korea. Bagi penggemar beratnya, mereka selalu mencari dan menggunakan pakaian yang biasa digunakan orang Korea yang pakaiannya seperti pakaiannya kekurangan bahan.
2. Cara Berkomunikasi
Zaman dahulu untuk berkomunikasi atau menyatakan cinta seseorang harus menggunakan surat, Namun sekarang dengan menggunakan jejaring sosial atau alat komunikasi, seseorang bisa berkomunikasi atau menyatakan cinta dengan cepat dan praktis. Contohnya zaman dulu untuk menyatakan cinta saja seseorang harus ribet merangkai kata-kata yang indah lalu dikirim ke seseorang yang dia cintai, kalau sekarang mah tinggal kirim emoticon.
3. Makanan
Perkembangan Globalisasi juga berdampak pada aspek Makanan. Yang dulunya makanan dibuat dengan cara sederhana seperti membuat tempe, tahu, atau bumbu-bumbu masakan, kini makanan atau bumbu-bumbu itu dapat diperoleh dengan cepat. Contohnya; Kini banyak sekali bermunculan bumbu-bumbu dalam kemasan saset seperti, bumbu racik tempe goreng, tumis, nasigoreng dan lain-lain. Apalagi sekarang banyak sekali bermunculan makanan-makanan cepat saji, Masyarakat Indonesia yang ada di kota-kota besar banyak yang mengkonsumsi makanan junk food sebenarnya berasal dari negara lain seperti ayam goreng (Mc Donald), pizza, spaghetti, dan hamburger dari pada makanan tradisional yang sudah jarang terlihat contohnya, kue cucur, kue putu, lontong sayur, ketupan sayur dan masih banyak lagi. Mereka lebih bangga atau menyukai makanan tersebut daripada makanan khas Indonesia seperti nasi gudeg, nasi gandul, nasi pecel dan lain-lain.
4. Tradisi
Tradisi yang berlangsung di masyarakat lama kelamaan luntur. Masyarakat sudah tidak begitu mengikuti tradisi yang ada. Misalnya tradisi menggunakan pakaian “DODOT” untuk adat Jawa pada saat resepsi. Namun sebaliknya, masyarakat khususnya generasi muda cenderung menyukai adat dan tradisi asing. Seperti memakai gaun-gaun yang serba mewah.
5. Gaya Hidup
Arus globalisasi juga berdampak pada gaya hidup, baik itu dampak negatif maupun positif. Mayarakat kita khususnya para remaja banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat. Arus globalisasi berdampak negatif pada masyarakat, misalnya gaya masyarakat sehari-hari cenderung bergaya hidup mewah. Dengan melihat tayangan-tayangan sinetron, telenovela yang ada di TV membuat orang tidak menyesuaikan dengan pendapatan rumah tangganya. Namun juga berdampak positif, misalnya orang sekarang sangat menghargai waktu. “TIME IS MONEY” Ungkapan itu secara mudah berarti waktu adalah uang. Ungkapan yang tak asing lagi bagi kita. Menghargai waktu sangat penting. Begitu pentingnya waktu, mereka menyamakan waktu dengan uang. Jadi waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Oleh karena itu, banyak di kalangan kita yang menghargai waktu. Hal ini berdampak positif bagi bangsa indonesia. karena, dengan adanya ungkapan itu, waktu tidak terbuang dengan sia-sia.
6. Transportasi
Sejak dahulu kala transportasi telah digunakan dalam kehidupan masyarakat. Hanya saja alat angkut yang dimaksud bukan seperti sekarang ini. Sebelum tahun 1800 alat pengangkutan yang digunakan adalah tenaga manusia, hewan, dan sumber tenaga dari alam. Pengangkutan barang-barang dalam jumlah kecil serta waktu yang ditempuh lama sekali. Tetapi Bagi masyarakat sekarang, menempuh jarak yang jauh tidaklah menjadi kendala. Berbagai sarana angkutan sudah tersedia dari yang sederhana sampai yang canggih.
7. Pendidikan
Kecanggihan teknologi juga mengubah sistem pendidikan di Indonesia. Zaman dahulu para siswa hanya bergantung pada buku-buku yang sudah disediakan, namun sekarang, mereka bisa membuka internet digadget mereka masing-masing untuk memudahkan mencari materi-materi tugas.
8. Model Rambut
Model rambut juga banyak berubah. Bahkan masyarakat cenderung merasa harus mengikuti trend tersebut jika tidak mau dikatakan ‘jadul’ atau ‘culun’. Pengaruh terbesar adalah model rambut ‘punk’ yang membuat banyak remaja mengikuti model rambut dan gaya hidup orang dengan model rambut tersebut.
9. Kesenian
Saat ini, banyak kesenian di Indonesia yang mulai punah karena anak bangsa tidak suka dengan kesenian tersebut. Bahkan mereka lebih suka mempelajari kesenian asing dengan alasan trendy. Contohnya, anak-anak muda lebih menyukai tarian-tarian Hiphop daripada tarian-tarian tradisional seperti saman, tarian piring, dan lain-lain.
Itulah contoh perubahan sosial budaya yang terjadi pada masyarakat. Pada dasarnya setiap masyarakat yang ada di muka bumi ini dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami apa yang dinamakan dengan perubahan-perubahan, perubahan tersebut dipastikan akan terus – menerus. Tetapi perubahan yang terjadi antara masyarakat yang satu dengan yang lain tidaklah selalu sama.

TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

Apa itu “The Changes”? Perubahan Sosial akibat modernisasi, dimulai dari gaya hidup (life Style) dan bahkan sampai pada perubahan struktur sosial dan budaya sebagai akibat modernisasi. Apa Itu Modernisasi? Modernisasi bisa terjadi karena lebih cenderung dirancang oleh institusi baik pemerintah maupun swasta. Namun Modernisasi Kebudayaan tidak terjadi karena dirancang, tetapi karena adanya adopsi dari budaya luar. Modrnisasi meliputi hampir seluruh aktifitas kehidupan manusia. Kemunculan teori pembangunan dipengaruhi oleh adanya fenomena kemiskinan di banyak negara dunia ketiga terutama setelah Perang Dunia II. Permasalahan ini didekati melalui perspektif yang berbeda, yaitu

  1. Teori modernisasi yang menjelaskan bahwa kemiskinan terutama disebabkan oleh faktor-faktor internal atau faktor yang terdapat di dalam negeri di setiap kawasan negara yang bersangkutan; dan
  2. Teori dependensi atau teori struktural yang lebih banyak mempersoalkan faktor-faktor eksternal sebagai penyebab kemiskinan. Kemiskinan dilihat terutama sebagai akibat bekerjanya kekuatan-kekuatan luar yang menyebabkan negara yang bersangkutan gagal melakukan pembangunannya.

Ingat bahwa lawan dari paradigma Modern…

Lihat pos aslinya 33 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s