KAPITA SELEKTA (4) Urbanisasi dan Sosiologi Perkotaan

Apa itu kota dan apa hubungannya dengan kaum urban? Menurut Louis Weirth Kota adalah pemukiman yang relatif besar, padat & permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya. Pada dasarnya manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka dari sandang, pangan dan tempat tinggal yang layak. Masyarakat desa berfikiran jika mereka pergi kekota mereka akan mendapatkan itu semua secara instan, faktanya tidak seperti itu.
Keinginan warga desa di daerah untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi dan tempat tinggal yang layak secara instan telah menjadi masalah bagi sebagian kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dsb. Daya tampung dari kota-kota tersebut tidak seimbang dengan jumlah para transmigran. Disamping itu, kendala bagi pemerintah kota untuk mengetahui jumlah penduduknya adalah banyaknya transmigran gelap yang bertambah di Jakarta.
Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
5 contoh kasus sosial di perkotaan akibat efek dari urbanisasi :

1. Semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan
Pertambahan penduduk kota yang begitu pesat, sudah sulit diikuti kemampuan daya dukung kotanya. Saat ini, lahan kosong di daerah perkotaan sudah jarang. Bahkan, untuk Ruang Terbuka Hijau pun sudah tidak ada lagi.

2. Meningkatnya tingkat kriminalitas atau kejahatan seperti pencurian dan perampokan
Banyaknya para urban yang pergi kekota tidaklah menjadi masalah apabila masyarakat mempunyai keterampilan tertentu yang dibutuhkan. Namun, kenyataanya banyak diantara mereka yang datang ke kota tanpa memiliki keterampilan kecuali bertani. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Mereka yang sulit mendapatkan pekerjaan yang layak umumnya menjadi perampok.

3. Penyebab bencana alam
Para urban yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong di pusat kota maupun di daerah pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mendirikan bangunan liar baik untuk pemukiman maupun lahan berdagang mereka. Hal ini tentunya akan membuat lingkungan tersebut yang seharusnya bermanfaat untuk menyerap air hujan justru menjadi penyebab terjadinya banjir. Daerah Aliran Sungai sudah tidak bisa menampung air hujan lagi.

4. Merusak tata kota
Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya urbanisasi. Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada, misalnya trotoar yang seharusnya digunakan oleh pedestrian justru digunakan sebagai tempat tinggal oleh para urban

5. Penyebab kemacetan lalu lintas
Padatnya penduduk di kota menyebabkan kemacetan dimana-mana, ditambah lagi arus urbanisasi yang makin bertambah. Para urban yang tidak memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan banyak mendirikan pemukiman liar di sekitar jalan, sehingga kota yang awalnya sudah macet bertambah macet. Selain itu tidak sedikit para urban memiliki kendaraan sehingga menambah volum kendaraan di setiap ruas jalan di kota.

Ledakan penduduk di perkotaan menjadi masalah serius di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan langkah-langkah yang tepat melalui kebijakan-kebijakan yang jelas dalam menangani masalah tersebut agar tidak menimbulkan masalah yang lebih luas lagi.

TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

Masalah pelik tentang urbanisasi telah menyumbang persoalan di kota-kota besar seperti kota Jakarta, Surabaya dan lain-lain. Mengapa? Karena pusat pertembuhan ekonomi ada di kota, demikianlah bayangan orang tentang hebatnya kota. Pertarungan kaum urban ini, dianggap masalah sosial yang serius karena banyak menimbulkan efek yang negatif. Kota selalu dipandang sebagai pusat pendidikan, pusat kegiatan ekonomi, dan pusat pemerintahan. Namun, berdasarkan sejarahnya perkembangan kota itu berasal dari tempat-tempat pemukiman yang sangat sederhana. Apa itu kota dan apa hubungannya dengan kaum urban, berikan 5 contoh kasus sosial diperkotaan seperti Jakarta sebagai efek dari urbanisasi itu sendiri.

Bobot 40 (Tugas Wajib)

Kirim Komentar anda minimal 500 kata

Lihat pos aslinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s